Berbagi Cerita dan Pengetahuan

Sedang di Usia Pubertas? Yuk Kenali Gejala Menstruasi Berikut

Sedang di Usia Pubertas? Yuk Kenali Gejala Menstruasi Berikut
 
Menstruasi menyebabkan perubahan kondisi pada perempuan, baik itu fisik maupun emosional. Perempuan yang sedang menstruasi pasti mengalami hal yang tidak nyaman dan tidak stabil. Biasanya, gejala menstruasi akan muncul ketika seorang perempuan telah menginjak masa pubertas. Selain harus diketahui oleh si anak, hal ini juga penting untuk orang tua. Yuk kenali gejalanya.

Gejala yang Biasa Muncul Ketika Menstruasi

1. PMS atau Pra Menstruasi Syndrom

Istilah ini sudah sangat terkenal di kalangan para wanita yang biasanya juga dijadikan sebagai kilah saat emosinya sedang tidak stabil, sehingga lebih mudah marah-marah dan merasa tersinggung. Gejala ini biasanya terjadi pada 3 hingga 10 hari sebelum menstruasi yang membuat sangat tidak nyaman.

Beberapa kondisi yang sering dialami adalah sakit pada bagian perut, kepala, bahu, dan punggung bawah. Biasanya, seorang perempuan yang sedang mengalami gejala menstruasi PMS atau Pra Menstruasi Syndrom akan memiliki nafsu makan yang tidak tentu, sembelit, kantuk, diare, insomnia, mudah marah, depresi, lesu, sedih tanpa sebab, dan sulit berkonsentrasi.

2. Dismenore

Dismenore adalah gejala saat menstruasi yang sering dialami oleh para perempuan. Gejala ini ditandai dengan kondisi nyeri di bagian perut bawah dan punggung bawah. Perempuan yang mengalami gejala ini juga mungkin untuk mengalami mual, sakit kepala, diare, dan nyeri saat menstruasi, sehingga menyebabkan aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.

Kondisi ini disebabkan oleh rahim yang tidak berkembang sepenuhnya selama masa pubertas. Namun, tidak ada penjelasan medis terkait dengan kondisi ini. Jika kondisi yang dialami terkait dengan gejala menstruasi ini terasa semakin memburuk dan terjadi secara terus-menerus, maka harus melakukan konsultasi kepada dokter untuk mengetahui diagnosa awal apakah ada penyakit lain.

3. Polimenorea

Pernah mengalami siklus menstruasi yang lebih pendek daripada biasanya? Hal ini disebut dengan polimenorea, yaitu kondisi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon selama masa pubertas. Dalam kondisi ini, tidak terjadi ovulasi atau anovulasi, sehingga menyebabkan siklus menjadi pendek atau pendarahan yang berlebih. Efek yang lebih parah adalah kemungkinan anemia.

4. Labil Saat Pubertas

Ketika berada pada usia pubertas, seorang perempuan akan mengalami kelabilan dalam emosi. Ia mungkin akan mudah untuk marah, menangis, lelah, dan tidak mood untuk menjalani hari-harinya. Ketika kondisi seperti ini sedang terjadi, peran orang tua menjadi hal yang sangat penting dan dibutuhkan oleh anak. Orang tua bisa memposisikan diri sebagai seorang teman.

Oleh karena itu, penting bagi para orang tua untuk menambah wawasan terkait dengan gejala menstruasi yang akan dialami oleh seorang anak perempuan ketika menginjak masa pubertas. Wawasan yang luas akan mempermudah orang tua ketika mendampingi si buah hati melalui masa yang penting di dalam hidupnya, yaitu proses menjadi lebih dewasa.

5. Hypermenorrhea

Dalam satu kali menstruasi, setidaknya seorang wanita mengeluarkan darah sebanyak 20 ml hingga 140 ml. Hypermenorrhea mengacu pada kondisi perdarahan yang berlebih, sehingga menyebabkan pembalut perlu diganti dalam waktu singkat. Kondisi ini juga mengacu pada menstruasi dengan darah yang sangat sedikit. Hypermenorrhea biasanya dialami ketika pubertas karena siklus tidak stabil.

Gejala-gejala di atas perlu untuk diketahui para perempuan yang sedang menginjak masa pubertas dan orang tua yang putrinya sedang pubertas. Wawasan tentang hal ini akan mempermudah untuk menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan kesiapan mental agar tetap nyaman walau sedang menstruasi. Masih banyak gejala lain yang wajib untuk diketahui.

Selengkapnya

Jenis Perawatan di Klinik Gigi Menurut SehatQ.Com yang Ditanggung BPJS

Jenis Perawatan di Klinik Gigi Menurut SehatQ.Com yang Ditanggung BPJS

Berita baik untuk Anda yang ingin melakukan perawatan gigi, menggunakan faskes BPJS menghadirkan kemudahan tersendiri. Namun, haruslah sesuai dengan syarat kebutuhan, bukan untuk keperluan estetika. Untuk mengetahui lebih lanjut apa saja perawatan masalah gigi yang bisa dilakukan secara gratis dengan BPJS Kesehatan, simak informasinya berikut ini!

Pelayanan Perawatan Gigi yang Ditanggung oleh BPJS Kesehatan

Pasien dengan pelayanan BPJS, tentunya akan mendapatkan fasilitas pelayanan yang berbeda, dengan pelayanan pasien umum. Mengacu pada BPJS Kesehatan, No 1 Tahun 2014 Pasal 52 Ayat 1, yang mana dijelaskan bahwa, terdapat beberapa perawatan gigi dan mulut yang akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan kepada pasien yang mendaftar. 

Beberapa perawatan untuk gigi dan mulut tersebut diantaranya yaitu, proses administrasi pelayanan di klinik gigi. Proses pelayanan administrasi tersebut meliputi pendaftaran pasien yang memiliki keluhan penyakit gigi, serta beragam biaya administrasi lainnya yang akan ditanggung selama proses perawatan gigi, hingga pelayanan kesehatan pasien. 

Selain itu, BPJS juga akan menanggung biaya seperti biaya untuk pemeriksaan pasien yang memiliki keluhan penyakit gigi. Selanjutnya juga biaya pengobatan serta biaya untuk konsultasi medis yang berhubungan dengan kesehatan gigi, hingga proses kontrol gigi, selama masa perawatan gigi pasien di suatu klinik kesehatan gigi.

Perawatan gigi dan mulut lainnya yang akan ditanggung oleh BPJS yaitu premedikasi, atau pemberian obat-obatan kepada pasien BPJS, yang umumnya dilakukan sebelum tindakan anestesi atau proses pembiusan pasien sebelum melakukan proses operasi pada pasien. Selain itu, BPJS juga akan menanggung biaya kegawatdaruratan oro-dental pasien. 

Fasilitas pencabutan gigi  juga bisa menggunakan layanan BPJS, diantaranya yaitu layanan pencabutan gigi sulung disertai dengan anastesi topikal dan pencabutan gigi permanen hingga obat yang diberikan pasca pencabutan gigi atau ketika proses ekstraksi. Untuk lebih jelasnya terkait faskes dalam proses perawatan gigi, Anda bisa mempelajari dulu informasinya. 

Untuk Anda yang ingin melakukan proses penambalan gigi, jangan khawatir, sebab BPJS juga melayani penambalan gigi dengan bahan komposit atau GIC. Fasilitas lain yang bisa dinikmati oleh pasien BPJS yaitu pembersihan karang gigi atau scaling gigi yang bisa Anda lakukan dalam waktu setahun sekali. Selain itu juga terdapat layanan pembuatan gigi palsu.

Fasilitas BPJS Bisa untuk Layanan Pembuatan Gigi Palsu

Selain perawatan gigi dan mulut yang sudah dijelaskan di ulasan sebelumnya, layanan BPJS juga bisa untuk tanggungan seseorang yang akan melakukan pembuatan gigi palsu. Namun, dalam proses ini, tidak semua pembuatan gigi palsu pada klinik dokter gigi ditanggung biayanya oleh BPJS, yang mana hanya pada kondisi tertentu saja pasien dapat menggunakan layanan ini.
 
Layanan pembuatan gigi palsu ini terbatas pada pasien dengan kondisi tertentu, sebab dana yang digunakan untuk proses pembuatan gigi palsu menggunakan dana yang berbentuk subsidi. Cakupan layanan untuk pembuatan gigi palsu ini meliputi pelayanan gigi palsu yang dapat diberikan di Fasilitas Kesehatan atau BPJS dan layanan tarif maksimal pengganti gigi palsu. 

Cara yang bisa Anda tempuh untuk menjalani sejumlah pemeriksaan, perawatan serta pengobatan kesehatan gigi, Anda bisa mendatangi Fasilitas Kesehatan Tingkat 1 atau juga bisa mengulas informasi sebelum akan melakukan perawatan gigi untuk mengetahui daftar dari klinik gigi terdekat di kota Anda dan berkonsultasi terlebih dahulu sebelum perawatan. 

Itu tadi ulasan mengenai perawatan gigi yang bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan saat ini. Meskipun perawatan kesehatan gigi dan mulut ini tadi sudah ditanggung oleh BPJS, jangan lupa untuk melakukan kontrol rutin ke dokter gigi di daerah Anda, minimal enam bulan sekali, juga yang tak kalah pentingnya yaitu menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan rutin menggosok gigi.
Selengkapnya

Copyright © Perempuan Berkisah | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com